Angin malam di balkon istana berembus membawa aroma tanah basah dan kesuburan yang asing bagi hidung seorang putra utara. Altair berdiri mematung, kedua tangannya bertumpu pada pagar marmer yang dingin. Matanya yang semerah darah menatap lurus ke arah cakrawala, di mana hutan gelap Eldoria membentang luas, tampak seperti samudera hijau yang tak berujung di bawah siraman cahaya bulan.Tanah ini memang jauh lebih subur jika dibandingkan dengan Drakonia yang gersang dan dipenuhi bebatuan tajam. Eldoria adalah berkah alam, sementara Drakonia adalah kutukan yang harus ditaklukkan. Bola mata merah Altair tampak tenang, namun di balik ketenangan itu tersimpan gejolak emosi yang sulit dijelaskan—campuran antara ambisi, rasa jijik, dan ketertarikan yang predatoris.Tak lama kemudian, suara langkah kaki yang teratur memecah kesunyian. Jovan muncul di ambang pintu balkon, berdiri dengan sikap tegak namun penuh rasa hormat."Yang Mulia," lapor Jovan, kepalanya sedikit menunduk. "Hamba baru sa
Terakhir Diperbarui : 2026-04-15 Baca selengkapnya