Di dalam kamar megah Maria, aroma kemenyan mahal dan parfum mawar yang memuakkan menyeruak, bercampur dengan aroma keringat yang anyir.Di atas ranjang besar dengan seprai sutra yang kini berantakan, Maria berbaring tanpa sehelai benang pun. Di sampingnya, duduk seorang pria tua dengan perut buncit yang bergelambir, kulitnya pucat dan dipenuhi bintik-bintik penuaan. Pria itu adalah Count Raven, saingan bisnis paling sengit yang dimiliki Duke Aldrich Ratore selama puluhan tahun. Melihat sosok Maria yang muda dan cantik bersanding dengan pria yang lebih pantas menjadi kakeknya itu, perut Elizabeth mual seketika."Tidak perlu khawatir, Tuan Count yang manis," suara Maria terdengar manja, jemarinya yang lentik mengelus lengan Count Raven yang berlemak. "Kedua orang tuaku hari ini sedang sibuk di pelabuhan. Mereka tidak akan pulang sampai larut malam. Sementara kakakku yang menyebalkan itu? Ah, dia pasti masih sibuk di istana, bersujud di kaki Ratu hanya untuk mencari muka agar posisin
آخر تحديث : 2026-04-11 اقرأ المزيد