Taman selatan istana merupakan oase kesunyian di tengah hiruk-pikuk intrik kekaisaran. Di sini, pepohonan rimbun memayungi jalan setapak marmer, menciptakan suasana privat yang biasanya dihindari oleh para pencari muka. Namun bagi Elizabeth, tempat ini adalah tempat persembunyian terbaik. Ia ingin menjernihkan pikirannya dari tamparan sang ayah dan aroma mawar ruang ratu yang menyesakkan. Namun, ketenangan itu pecah saat sosok Lily Gorf berdiri di hadapannya. Lily tersenyum canggung. Ia meremas jemarinya sendiri, lalu segera menundukkan kepala begitu dalam. "Ma—maaf jika aku mengejutkan Anda, Nona... Hanya saja... Aku... Aku ingin meminta maaf secara pribadi atas apa yang terjadi di aula pesta kemarin." Elizabeth tidak langsung menjawab. Ia berdiri mematung, membiarkan angin sepoi-sepoy memainkan helai rambut hitamnya. Ia memperhatikan Lily dengan saksama. Inilah dia, sang tokoh utama yang diagung-agungkan dalam buku. Sosok yang lugu, polos, dan tampak sangat rapuh. Dalam h
آخر تحديث : 2026-04-08 اقرأ المزيد