Alice tidak menduga bahwa malam-malam di musim dingin, Allard datang bersama Xander. Anak laki-laki itu tampak sedang marah, matanya sembab dan ujung hidungnya warna merah. Alice yang baru saja membuka pintu, terkejut begitu Xander langsung berhambur memeluknya dengan erat sambil menangis. "Ya ampun, Sayang ... ada apa, Nak?" Alice menangkup kedua pipi Xander meminta anak itu mendongak menatapnya. "Ayah, Bu," adunya, sambil menangis ia menunjuk ke arah Allard. Lantas, Alice menatap Allard dengan sepasang mata memicing. Bagaimana Alice tidak kaget, malam ini cuaca sangat dingin dan mereka berdua datang dengan santainya menembus salju dingin yang turun di hari pertama. "Kenapa lagi? Apa kau memarahinya sampai dia seperti ini?" tanya Alice pada Allard. "Tidak. Dia marah sejak siang tadi, setelah aku mengatakan padanya bahwa aku dari tempatmu," jawab Allard jujur. Alice mantap anak laki-laki itu dan memeluknya. Sudah ia duga bahwa anak itu pasti akan marah, kalau Ayahnya pergi send
최신 업데이트 : 2026-06-11 더 보기