"Yang Mulia Nyonya, apakah Anda sudah bangun? Bolehkan saya masuk?!" Suara Madam Paloma di depan pintu paviliun, membuat Alice terbangun dari tidurnya. Wanita itu tertidur dalam posisi duduk. Semalaman Alice sibuk menyelesaikan pekerjaan, sampai ia ketiduran meskipun hanya sebentar. Alice segera beranjak bangun, ia membuka pintu paviliun. Di luar, hari masih pagi, embun yang lembut dan dingin masih menggantung di udara. "Madam, ada apa?" Alice menatap wajah Madam Paloma yang sangat serius. Wanita tua berambut semburat putih itu menarik lengan Alice dengan pelan, mengajaknya masuk ke dalam paviliun dan menyerahkan sebuah surat pada Alice. "Yang Mulia Nyonya, Tuan Count Alastair mengirimkan surat pada saya, dalam surat itu tertulis kalau Tuan Count sudah menemukan seseorang yang menyebarkan berita perselingkuhan tentang Anda dan Tuan Count," ujar Madam Paloma. Dengan tangan gemetar, Alice membuka selembar surat itu dan membacanya dengan teliti. Alastair menjelaskan, dia suda
Read more