Hari sudah senja, Alice pergi keluar dari kediaman Duke bersama Madam Paloma. Mereka berdua menemui Alastair yang sudah menunggunya di sebuah jembatan penghubung antar desa yang berada di belakang kastil kediaman Duke. Pria itu tersenyum begitu melihat Alice datang. Ia menundukkan kepalanya memberi salam dan hormatnya. "Saya merasa terhormat Anda mau menemui saya di sini, Nyonya Duchess," ucap Alastair pada Alice. “Ya, Tuan Count. Aku kemari untuk mengambil sarung tangan milikku," jawab Alice tersenyum. Alastair terkekeh, pria itu merogoh kantong di dalam jubah hitam yang ia pakai dan menyerahkan sepasang sarung tangan sutra berwarna putih milik Alice. "Terima kasih sudah mengembalikan sarung tanganku, Tuan Count," ucap Alice menerima sarung tangan miliknya. "Sama-sama, Duchess," jawabnya sambil tersenyum senang. Alastair berdeham pelan. "Pagi tadi, saya berpapasan dengan kereta kuda milik Tuan Duke," ujarnya. "Heem. Suamiku sedang ada urusan penting di istana," jawab
Mehr lesen