Aroma parfum mawar yang menguar dari tubuh Menur terasa begitu pekat, seolah ingin menjerat Baskara dalam jaring kelicikannya. Tangan wanita itu masih menempel di dada Baskara, memberikan tekanan manja yang menjanjikan kenikmatan duniawi dan kekuasaan.Namun, di balik wajah tampannya yang tenang, Baskara merasa muak. Dibandingkan dengan Lastri yang menjaga harga diri, Sekar yang didorong oleh keputusasaan, atau Sari yang buta karena ambisi, kelicikan Menur adalah jenis racun yang paling ia benci. Wanita ini tidak hanya menghancurkan musuh-musuhnya, tapi juga mempermainkan nyawa orang lain dengan sangat ringan.Baskara menahan tangan Menur yang perlahan turun ke bawah perutnya. Dengan gerakan yang lembut namun sangat tegas, ia menyingkirkan tangan halus berhias perhiasan emas itu dari tubuhnya."Maafkan saya, Nyonya Menur," ucap Baskara, menolak dengan cara yang halus, wajahnya dihiasi senyum miring yang menyimpan sindiran tajam. "... Bukannya saya menolak tawaran yang begitu me
Magbasa pa