"Tidak malam ini, Sekar," ucap Baskara dengan suara serak yang tertahan.Sekar menatapnya dengan napas terengah-engah, matanya menyiratkan kekecewaan yang mendalam. "Kenapa, Bas? Apa karena kau sudah puas bersama Lastri di luar sana?!""Ini bukan soal Lastri atau siapa pun," potong Baskara cepat, memberikan pengertian dengan nada yang dalam dan tulus. "Ini soal nyawa kita. Tuan Broto sedang menggandakan penjagaan malam ini. Mata dan telinga ada di mana-mana. … Jika kita memaksakan diri bercinta sekarang, kita akan lengah. Aku tidak ingin kehilanganmu hanya karena satu malam yang ceroboh. Kau mengerti, kan?"Mendengar penjelasan yang rasional dan sentuhan emosional dari Baskara, raut wajah Sekar perlahan melunak. Kekecewaannya menguap, digantikan oleh rasa kagum. Pria ini tidak hanya mengandalkan nafsu, tetapi juga pemikiran yang matang untuk melindungi mereka. Sekar mengangguk pelan."Baiklah, aku mengerti, Bas. Kau benar, kita harus sangat berhati-hati," ucap Sekar seraya merapikan
Read more