Satu jam kemudian, pintu kayu itu berderit terbuka.Sari melangkah keluar dengan wajah yang sangat tenang, seolah tak pernah terjadi pergulatan liar di dalam sana. Mantel sutranya terpasang rapi, selendangnya menutupi kepala, dan kacamata hitamnya kembali bertengger di hidungnya. Hanya rona merah tipis di pipinya yang menjadi sisa-sisa bukti.Pak Jono segera berdiri dan membuang puntung rokoknya. "Sudah selesai ritualnya, Nyonya?""Sudah, Pak Jono," jawab Sari dengan nada datar dan anggun, sepenuhnya kembali mengenakan topeng Nyonya Besarnya. "Ritualnya berjalan sangat lancar. Antar aku pulang sekarang. Tuan Broto pasti akan curiga jika aku terlalu lama keluar rumah.""Baik, Nyonya. Mari silakan," Pak Jono menunduk hormat tanpa bertanya apa-apa lagi, memandu Sari kembali menuju mobil sewaan mereka.Di tempat yang berbeda, mobil Chevrolet Bel Air warna hitam mengkilap berbelok memasuki pekarangan rumah Menteng. Baskara mematikan mesin, lalu turun dengan membawa sebuah bungkusan
Read more