Mendengar titah hukuman yang begitu kejam, Sari dan Sekar semakin memucat. Rahmat melangkah maju dengan wajah datar, memegang senapannya, bersiap mencengkeram lengan Nyonya Besar.Di sudut lorong, Baskara menegang. Rahangnya mengeras dan tangannya bersiap di balik punggung, menggenggam gagang belatinya. Ia tidak akan tinggal diam membiarkan Lastri dikurung di tempat penyiksaan yang mengerikan itu.Namun, sebelum Rahmat menyentuhnya, Lastri mengangkat sebelah tangannya dengan gestur yang sangat angkuh dan berkelas, sebuah gerakan yang memaksa Rahmat berhenti seketika."Jangan berani-berani sentuh aku dengan tangan kotormu," desis Lastri pada Rahmat sang penjilat, lalu ia menatap tepat ke manik mata Broto yang sedang dibakar amarah."Kau mau mengurungku di penjara bawah tanahmu yang bau anyir itu, Tuan? Silakan," ucap Lastri dengan suara rendah yang mengalun namun sangat mengintimidasi, mengancam ulu hati suaminya. "Tapi tolong jangan lupakan satu hal kecil. Minggu depan, ayahku dan pa
Read more