بيت / Rumah Tangga / Karma Suami Mendua / 73. Pemilik Inisial HZ

مشاركة

73. Pemilik Inisial HZ

مؤلف: Alya Feliz
last update تاريخ النشر: 2026-05-08 09:18:53

Kedua tangan Kamila gemetar dan jantungnya tidak berhenti berdebar. Berbagai barang yang sudah dia keluarkan dari kotak-kotak yang diantarkan oleh kurir ketika mengambil pesanan HZ, kini berserakan di ruang tengah.

"Gila! Dia gila!" gumamnya berkali-kali dengan sorot mata linglung karena terlalu syok.

Kalung, gelang, anting, jilbab, gamis, parfum, bahkan coklat dan boneka kecil pun ada. Kamila mengambil jepit rambut lucu yang dulu dia masukkan ke keranjang marketplace dan tidak pernah dia che
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Karma Suami Mendua    73. Pemilik Inisial HZ

    Kedua tangan Kamila gemetar dan jantungnya tidak berhenti berdebar. Berbagai barang yang sudah dia keluarkan dari kotak-kotak yang diantarkan oleh kurir ketika mengambil pesanan HZ, kini berserakan di ruang tengah. "Gila! Dia gila!" gumamnya berkali-kali dengan sorot mata linglung karena terlalu syok. Kalung, gelang, anting, jilbab, gamis, parfum, bahkan coklat dan boneka kecil pun ada. Kamila mengambil jepit rambut lucu yang dulu dia masukkan ke keranjang marketplace dan tidak pernah dia checkout."Nama lengkap Mas Harsa siapa sih, Bu?" tanya Kamila sebelumnya. "Harsa Zuhair. Kenapa, Nduk?" Kamila langsung menghubungkan inisial HZ di kotak cincin beludru yang tadi dia terima. Apakah dia terlalu GR? Bisa jadi itu orang lain. Tiba-tiba dia merasa salah tingkah. Dia menggigit bibir bawahnya dengan wajah memerah. Setelah pembangunan minimarketnya selesai, tiba-tiba Harsa menjauh dan tidak pernah lagi datang untuk menemui Fiona. Dia pura-pura tidak peduli. Toh, selama ini mereka mem

  • Karma Suami Mendua    72. Kotak Beludru Merah

    "Ma, aku main ke rumahnya Juna ya. Ada PR juga, jadi sekalian nanti ngerjain bareng," kata Fiona meminta ijin. Kamila belum sempat menjemput Fiona saat tiba-tiba anak itu datang bersama Arin dan Arjuna. "Boleh. Tapi jangan sampai mengganggu Tante Arin yang lagi live ya," balas Kamila. Fiona mengangguk-angguk dan langsung berlari menuju ke kamarnya yang ada di lantai dua. "Ada kabar terbaru soal Dewi, Mil. Katanya dia dicerai sama suaminya. Sebenarnya udah lama sih cerainya, cuma memang baru viral sekarang. Si Angga lebih memilih untuk menyelamatkan karirnya," ujar Arin heboh. Kening Kamila berkerut. "Terus, Dewi sekarang di mana? Udah lama banget kayaknya kita nggak pernah mendengar kabar tentang dia." "Nggak tahu. Katanya minggat ke luar pulau ikut temannya. Sempat pulang sih ke rumah ibunya Angga, berantem gede. Nggak terima karena diceraikan. Tapi akhirnya dia minggat lagi. Mungkin sama Angga diancam mau dilaporkan ke polisi gara-gara mau meracuni keluargamu." Kamila menggel

  • Karma Suami Mendua    71. Penggemar Rahasia

    "Nanti kalau mama belum menjemput, tungguin di warungnya Bu Risa atau ikut Tante Arin ya." Fiona mengangguk setelah mencium tangan Kamila, lalu berlari menuju ke kerumunan teman-teman barunya di sekolah SD. Begitu Fiona sudah aman, Kamila bergegas menyalakan sepeda motornya dan meninggalkan sekolah, menuju ke pasar tradisional yang tidak terlalu jauh.Tiga bulan setelah kematian Putra, Kamila memutuskan untuk berhenti membuka orderan kue dan dessert. Dia merasa tidak siap dan ingin menata diri dulu. Apalagi setelah melihat-lihat isi ponsel Putra yang baru diberikan oleh Harsa di hari ketujuh kepergian Putra.Kamila merasa tidak berminat untuk melakukan apapun. Bahkan, dia kehilangan minat untuk menekuni hobinya membuat kue dan dessert dan menjadikannya sebagai ladang penghasilan.Penyebabnya adalah arsip percakapan Putra dan Delina selama bertahun-tahun. Meskipun Kamila sudah meyakinkan diri bahwa dia tidak lagi peduli, tapi tetap saja membaca percakapan mesra mereka membuat hati Ka

  • Karma Suami Mendua    70. Kena Karma

    Hal yang paling dibenci oleh Harsa adalah menjadi pusat perhatian. Ditodong dengan pertanyaan seperti itu, membuat Harsa diam tak berkutik. Bagaimana mereka bisa tahu tentang perasaannya terhadap Kamila? Apakah sejelas itu? "Maksudnya gimana?" Mereka semua saling pandang. Bahkan para sepupu pun menghentikan aktivitasnya bermain ponsel dan fokus melihat Harsa. "Ck, gitu aja nggak tahu. Harsa itu suka pada Kamila. Putra sih, bodoh. Masa istri secantik itu malah dianggurin. Malah sibuk selingkuh sana sini. Padahal perempuan kan sama saja. Mau modelnya bagaimanapun juga, tetap sama saja rasanya." Bolehkah Harsa menghilang sekarang? Hari ini adalah hari kematian Putra. Kenapa mereka malah sibuk membahas tentang Harsa? Seharusnya, mereka sibuk berduka atas kepergian salah satu keponakan mereka. "Oalah, pantesan kamu menolak Tasya. Mbak Khoir sampai malu-maluin terus menyodorkan Tasya setiap kali ada kesempatan, tapi selalu kamu tolak. Lah bandingannya bidadari begitu. Tasya mah buluk,

  • Karma Suami Mendua    69. Kemarahan Kamila

    "Oh, ini istrinya Putra yang nggak tahu diri itu? Suami sakit bukannya merawat, malah enak-enakan di rumah mentang-mentang rumahnya bagus." Baru juga masuk ke dalam rumah, Kamila sudah dicecar oleh ucapan pedas dari Bulek Khoir, adik dari ayah mertuanya. Dia hanya diam dan menunggu, tidak langsung membalas. Banyak keluarga yang baru bisa datang karena rumah mereka jauh. Dan mereka hanya diam, karena Bulek Khoir mendominasi. "Sudah kubilang dari dulu, seharusnya Putra menikahi Delina saja. Eh, si Aminah malah menolak mentah-mentah. Padahal kalau seandainya Delina yang menjadi menantunya, Putra pasti masih hidup." "Oh, jadi Bulek mendukung Delina meniduri dua pria sekaligus? Ayah dan anak." Balasan Kamila membuat semua orang di ruang tamu syok dengan mulut menganga. "Jaga ucapanmu! Aminah! Ini menantu yang kamu bangga-banggakan itu? Tidak punya sopan-santun!" teriak Bulek Khoir. "Yang tidak punya sopan santun di sini siapa? Anda datang ke sini untuk melayat, atau untuk mencaci sem

  • Karma Suami Mendua    68. Penyesalan Delina

    "Kenapa kamu tidur dengan ayahku? Kamu menukar tubuhmu demi apartemen ini, hah!" Delina kaget luar biasa begitu membuka pintu apartemen mewah hadiah dari Pak Mustofa, tubuhnya langsung didorong ke belakang. Aroma parfum yang begitu dia hafal langsung memenuhi rongga hidungnya. Rasa rindu itu begitu menggebu-gebu. Dia meraih wajah pria yang selama ini merajai hatinya, lalu melumat bibir itu dengan penuh nafsu. Putra yang awalnya marah luar biasa, langsung lupa karena sentuhan Delina. Mereka melakukan perbuatan laknat itu di sofa ruang tamu tanpa peduli dengan status mereka berdua saat ini. Delina tersenyum. Dirinya merasa menang karena tetap bisa meraih Putra, meskipun pria itu sudah menikah. Walaupun dia cemburu luar biasa karena istri Putra begitu cantik. Bahkan jauh lebih cantik dari Delina. "Kamu sendiri menikahi perempuan lain. Aku hanya ingin memberimu pelajaran," rajuk Delina manja begitu mereka selesai. Putra mendekatkan dahinya ke dahi Delina. "Ibuku sangat menyukai Kami

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status