Di belakang, reruntuhan menutup jalan. Arka seperti terperangkap di jantung tungku raksasa, kematian mengepung dari segala arah.Napas Calista dalam pelukannya semakin lemah. Wajahnya pucat, hampir tanpa warna. Setiap detik terasa lebih mahal dari emas. Jika terlambat sedikit saja, nyawanya bisa hilang.Arka mengertakkan gigi, ia tidak takut mati. Di medan perang, maut sudah berkali-kali menyapa. Tapi sekarang berbeda, gadis di pelukannya membuat dadanya sesak oleh kepanikan yang asing. Ia sudah berjanji pada Romi, ia harus membawa Calista keluar hidup-hidup.Matanya menyapu sekitar seperti radar. Keringat bercampur air yang menyelimuti tubuhnya menguap seketika panasnya menyengat kulit.Tiba-tiba, sesuatu menarik perhatiannya. Sebongkah kayu terbakar tak jatuh lurus, melainkan menggelinding miring ke bawah, lalu lenyap dalam kobaran api.Tangga.Mata Arka menyala, tangga itu berubah menjadi air terjun api, tetapi itu satu-satunya jalur yang tersisa.Tanpa ragu, ia berlari ke kamar ma
Read more