Tanpa menunggu jawaban, Arka langsung membungkuk dan menurunkan ponsel ke dekat wajah operatif Astera itu. Nafas kasar dan suara erangan yang tertahan terdengar jelas melalui speaker, serak, lemah, tetapi cukup untuk memberi gambaran kondisi di ujung sana.Ia kemudian berdiri kembali, wajahnya tetap tenang, dan dengan gerakan yang nyaris tak terlihat ia menyentuh layar ponsel.Nada sambung tiba-tiba terdengar di ruangan yang sunyi.Arka mengangkat ponsel itu, melirik layar, lalu mengangkat alis tipis seolah baru menyadari sesuatu.“Terputus?” katanya ringan, nada suaranya datar namun mengandung makna yang sulit dibaca.Ia tidak melanjutkan kalimatnya, hanya memutar tubuhnya perlahan dan kembali mengarahkan pistol ke arah operatif Astera yang tergeletak di lantai. Gerakannya tidak tergesa, justru terlalu tenang, seolah memberi waktu bagi semua orang untuk memahami apa yang akan terjadi selanjutnya.Moncong senjata itu berhenti tepat di garis bidik.Udara terasa mengeras.Tepat sebelum
Read more