Dampak kehadiran sang sniper instan terasa. Satuan Black Fang yang tadinya merangsek maju kini terpaksa menahan diri. Pengepungan mereka pecah, tidak ada satu pun personel yang berani menonjolkan diri, bahkan sang komandan dipaksa mundur ke perimeter aman.Sadar momen emas ini tidak datang dua kali, Arka langsung mengambil alih komando. “Dengarkan rencana kita!” serunya tegas, mengunci perhatian seluruh tim.“Rajawali Senyap, bawa Elang Malam dan Mata Langit untuk memegang kendali di sisi kiri. Monitor pergerakan musuh dan eliminasi target utama.”“Siap, Bos!”“Taring Baja, Arga, kalian di garda depan bersamaku untuk mendobrak barisan. Sementara Taring Serigala dan Musang, tugas kalian mati-matian menjaga Siluman Hutan. Kita bergerak ke tenggara menuju Klan Inti Mahesa. Garuda Hitam yang akan membuka jalurnya!”Seketika itu juga, atmosfer di dalam celah batu berubah total. Segala kelelahan, rasa sakit, dan keputusasaan melebur menjadi satu keyakinan yang membara. Mereka tahu, selama Ar
Read more