"Lindungi Taring Serigala dan Musang," lanjut Arka, nadanya tidak berubah setitik pun. "Begitu kondisinya memungkinkan dan celah terbuka, segera tarik mundur mereka ke wilayah aman Keluarga Mahesa."Alis Elang Malam langsung mengernyit tajam. Dadanya bergemuruh menahan gejolak penolakan. "Bos..."Dia ingin memprotes. Dia ingin ikut menerjang ke depan, ingin membalas kematian tragis Siluman Hutan dengan tangannya sendiri.Namun, sebelum barisan kalimat itu sempat lolos dari bibirnya, tatapan Arka telah beralih dan mengunci netranya. Sepasang mata itu begitu dingin dan tajam, menghentikan seluruh pasokan kata di tenggorokan Elang Malam."Jalankan perintah," tekan Arka dengan suara rendah, namun memiliki otoritas mutlak yang sanggup membuat nyali siapa pun menciut. "Kalau kalian semua memaksakan diri ikut denganku, lalu siapa yang akan membawa jasad dan saudara-saudara kita pulang ke rumah?"Kalimat tunggal itu seketika mematahkan semua argumen dan bantahan tersembunyi di kepala mereka. M
Baca selengkapnya