Arka kemudian mulai menyebutkan serangkaian nomor kontak, titik koordinat, serta kode sandi sederhana untuk jalur masuk menuju Zona Frontier. Nada suaranya rendah dan stabil, memastikan tidak ada satu detail pun yang terlewat.“Setelah masuk wilayah operasi, tetap sembunyi,” lanjutnya tegas. “Jangan bergerak tanpa instruksiku. Prioritas utama kalian bukan menyerang, tapi membangun pijakan dan memastikan situasi tetap terkendali.”“Dimengerti!” Jawaban Nihil singkat dan bersih. Dari nada suaranya saja Arka tahu semua detail sudah tersimpan rapi di kepala pria itu.Setelah itu Arka kembali memanggil nama lain. “Ghani.”“Ya, bos.”“Awasi Kota Mahatara.” Nada suaranya kini berubah jauh lebih serius. “Terutama keselamatan kakekku, Mireya, Keira, dan yang lain. Jangan sampai ada celah sedikit pun!”Hening sepersekian detik sebelum Ghani menjawab mantap, “Tenang saja, bos. Selama kami masih berdiri, tidak akan ada yang menyentuh mereka.”Jawaban itu membuat Arka sedikit menghembuskan napas l
Ler mais