Tiga hari kemudian, larut malam, di kawasan pegunungan utara Zona Bayangan.Sebuah Jeep tanpa identitas melaju perlahan menyusuri jalan pegunungan yang terjal. Sorot lampunya sengaja diredupkan hingga hanya mampu menerangi beberapa meter di depan, sementara kegelapan pekat tetap menyelimuti jalur di sekitarnya.Arka duduk di kursi penumpang dengan mata terpejam. Ia sama sekali tidak tertidur. Ujung jarinya terus mengetuk lutut mengikuti irama tertentu, seolah sedang menghitung atau menyusun sesuatu di dalam pikirannya.Di kursi belakang, Niko memeriksa perlengkapannya untuk terakhir kali. Viper-11 berperedam, bayonet, kacamata penglihatan malam, tali, hingga kabel peledak diperiksa satu per satu, lalu disetel kembali agar semuanya siap digunakan tanpa kendala."Bos, tinggal dua kilometer lagi." Arga yang berada di balik kemudi memecah keheningan dengan suara lirih.Arka membuka mata. Tak ada sedikit pun sisa kantuk di sana, hanya tatapan tajam yang dingin dan sepenuhnya waspada. "Hent
Read more