“Hai, Lace! Gue kira kita cuma bakal ketemu pas lo pulang ke US nanti!” Lacy yang datang dalam balutan blus lengan panjang dan jins abu-abu hanya terkekeh seadanya seraya menyambut pelukan bersahabat Patra. Ia memberikan sebuah tas karton berisi kado yang ia persiapkan untuk salah satu teman, sekaligus saudara tiri mantan pacarnya. “Kangeeeennn!” tutur Lacy sendu di tengah senyum terharunya kembali bertemu Patra. “Temen-temen kita udah pada berkeluargaaaa! Hueeee jangan tinggalin gue sendiri, Pat!!” “Iya, iya! Ayo masuk, kita lanjutin ngobrol di dalem!” Patra tertawa kecil sambil mundur membiarkan Lacy masuk lebih dulu. Lacy satu-satunya yang bersikap normal, tidak seperti yang lainnya—Patra bisa merasakan rasa prihatin dan kasihan Charlie, Charissa, Tashi, dan Boris. Jujur, Patra berterima kasih, tetapi kekhawatiran berlebihan itu justru semakin mencekik kebebasannya. *** “Sisa tiga hari lagi, gue pulang. Tapi, gue udah terlalu attach sama Athe,” ucap Lacy memecah keheningan d
Last Updated : 2026-03-17 Read more