Jelas sekali, mereka adalah preman jalanan.Rora melirik ketiga pemuda itu, lalu berkata dengan tenang, "Kalau mau berobat, harus antre."Pemuda berambut cepak itu adalah Desta. Kedua tangannya bersilang di dada, tubuhnya bersandar di tembok. Dia terkekeh dan berkata, "Rora, kami datang bukan untuk berobat."Rora sedikit tertegun, lalu berkata, "Kalau bukan untuk berobat, berarti kalian salah tempat. Ini klinik.""Rora, kami datang bukan untuk berobat, tapi untuk menemuimu. Aku suka kamu dan ingin kamu jadi istriku. Coba bilang, berapa mahar yang kamu mau?"Rora adalah cucu seorang dokter sakti dan memiliki mata yang tajam dalam menilai orang. Sekilas saja, dia sudah tahu bahwa ketiga pria ini adalah berandal yang pekerjaannya tidak jelas dan bukan orang baik-baik."Maaf. Kalau kalian mau berobat, silakan antre. Kalau nggak, tolong keluar dan jangan ganggu pasienku."Desta menggoyangkan bahunya, lalu maju selangkah dan langsung menarik seorang pasien wanita berusia 40-an dari kursinya.
Read more