Alfan menilai pria itu sekilas. Ketika melihat wanita yang mengenakan rok pendek merah muda itu memeluk lengan pria itu dengan erat, Alfan seolah langsung mengerti situasinya."Dia istrimu, lalu dia ini siapa?" Alfan menunjuk wanita yang tampak seksi dan genit itu."Itu bukan urusanmu. Kamu cuma petugas kebersihan, 'kan? Untuk apa kamu ikut campur sama urusanku? Jangan bilang aku nggak mengingatkanmu. Kalau kamu masih banyak bicara, aku bisa membunuhmu, kamu percaya nggak?"Pria itu mengangkat lengannya yang penuh tato dan menusuk-nusukkan jarinya ke dahi Alfan sambil memaki."Aston, kamu ngapain, sih? Masih belum cukup memalukan, ya?""Ini Dokter Alfan. Dialah yang kasih aku uang untuk menyelamatkan anak kita." Natalia menangis sambil berdiri di depan Alfan, seolah melindunginya. Dia takut Aston yang berandalan itu akan menyulitkan Alfan."Haha, sekarang aku mengerti. Pantas saja kamu selalu dingin sama aku. Ternyata kamu sudah pacaran sama dia, ya. Dengar baik-baik. Viska pasti anak
더 보기