Mendengar makian keras yang menggema di dalam aula sunyi itu, Fang Zhe sama sekali tidak tersentak. Namun Ia menghentikan langkah kakinya tepat beberapa meter di hadapan formasi setengah lingkaran para narapidana tersebut.Alih-alih gemetar ketakutan atau membalas gertakan mereka, Fang Zhe justru mengangkat tangan kanannya perlahan. Jari telunjuknya menjulur, lalu mulai bergerak dari kiri ke kanan secara konstan."Satu... dua... tiga... empat..." gumam Fang Zhe dengan suara yang cukup lantang dan tenang, mengabaikan tatapan membunuh yang tertuju padanya.Pria raksasa bertato serigala itu mengernyitkan alisnya yang tebal. Belati pendek di sela jemarinya mendadak berhenti berputar. "Apa yang sedang kau lakukan, bajingan kecil?""Tunggu sebentar, jangan menyela. Aku sedang menghitung," sahut Fang Zhe santai, bahkan tanpa menoleh ke arah si tato serigala. "Dua puluh satu... dua puluh dua... ah, total ada tiga puluh lima ekor anjing liar di sini."Fang Zhe menurunkan tangannya, lalu men
อ่านเพิ่มเติม