Fang Zhe menghentikan langkahnya di tengah lobi toko. Tatapan matanya yang tenang menyapu seluruh karyawannya yang kini menatapnya seolah melihat dewa yang turun dari langit. Seulas senyum tipis, hampir tak kentara, terukir di wajahnya. "Siska, Tao, Bimo. Aku kembali," ucap Fang Zhe, suaranya yang bariton dan stabil seketika membawa ketenangan magis yang meredam kepanikan di dalam toko. "Jangan biarkan kehadiranku mengganggu urusan toko. Tetap bekerja dan layani para pelanggan dengan baik seperti biasa." "B-Baik, Tuan Muda!" jawab Siska dan Tao serempak, mengusap air mata mereka dengan terburu-buru dan kembali ke pos masing-masing dengan semangat yang mendadak berkobar berkali-kali lipat. Setelah meredam kehebohan di lantai bawah, Fang Zhe melangkah menaiki tangga menuju lantai atas, diikuti oleh Bibi Mei, Paman Lu, Dokter Irma, dan Erina. Ia mendorong pintu kamar pribadinya, sebuah ruangan yang sangat ia rindukan setelah mendekam selama seminggu di dalam sel batu Penjara Naga
อ่านเพิ่มเติม