Seringai di balik topeng milik Tuan Besar semakin melebar, dipenuhi rasa kemenangan yang prematur. Ia segera berbalik, menuntun Fang Zhe memasuki ruangannya."Pilihan yang berani, Anak Muda. Ikuti aku," ucap Tuan Besar cepat.Tak lama kemudian...Pintu ganda berbahan kayu ek hitam dengan ukiran emas murni terbuka perlahan. Di balik pintu itu, terhampar sebuah ruangan VIP khusus yang jauh lebih megah, namun terasa berkali-kali lipat lebih mengintimidasi. Tidak ada lagi kerumunan penjudi kelas teri. Di sini, hanya ada sebuah meja poker oval berlapis beludru hijau zamrud di tengah ruangan, dinaungi lampu gantung kristal yang memancarkan cahaya temaram.Fang Zhe melangkah masuk dengan santai, sementara di belakangnya, beberapa pelayan dengan tangan gemetar mendorong kereta dorong berisi tumpukan chip senilai lima puluh triliun dolar miliknya.Di dalam ruangan ini, atmosfernya begitu pekat oleh killing intent yang disembunyikan dengan rapi. Empat kursi di satu sisi meja telah terisi oleh
อ่านเพิ่มเติม