Fang Zhe meletakkan cangkir tehnya yang masih mengepulkan uap. Kehangatan cairan itu perlahan mengusir sisa-sisa kristal es yang membeku di dalam pembuluh darahnya. Ia menatap Wali Kota Shange dengan pandangan yang menusuk, seolah sedang menimbang harga dari nyawa yang baru saja ia selamatkan."Satu permintaan," suara Fang Zhe terdengar lebih stabil, meski masih ada sisa-sisa hawa dingin yang membuat suaranya terdengar lebih dalam.Wali Kota Shange mencondongkan tubuhnya, ekspresinya penuh keseriusan. "Sebutkan, Tuan Tabib. Apapun itu, selama langit masih di atas dan bumi di bawah, aku akan mengabulkannya.""Tuan Wali Kota, aku tahu bahwa selama ini Keluarga Zhao bisa bertindak sewenang-wenang karena mereka berada di bawah naungan pengaruhmu. Mereka merasa memiliki tameng yang tidak bisa ditembus," Fang Zhe menjeda kalimatnya, kilatan dingin kembali muncul di matanya."Permintaanku sederhana: Mulai detik ini, tarik seluruh perlindungan, pengaruh, dan dukungan politikmu dari Keluarga Z
Read more