MasukSetelah menyelesaikan urusannya sendiri... "Mari kita lihat, sebenarnya benda apa yang diperebutkan mereka?!" Derap langkah santai Fang Zhe bergema pelan menyusuri koridor batu goa spiritual yang makin mendalam. Sembari menunggu kedatangan Su Yin dan Ling Yin, ia melangkah melintasi sisa-sisa formasi pelindung kuno yang sebelumnya dipasang oleh Klan Bao dan gabungan sekte. Formasi itu telah porak-poranda, runtuh akibat benturan energi saat pertempuran singkat beberapa saat lalu. Suasana di dalam goa terasa makin pekat. Udara dingin lembah mendadak terkikis habis, berganti dengan gelombang hawa panas mendidih yang bertiup dari perut bumi. Dinding-dinding batu purba di se sekelilingnya tampak menyala kemerahan, dialiri oleh urat-urat energi elemen api tingkat tinggi yang sangat murni. Di ujung lorong utama, ruang goa membual luas bagaikan kubah raksasa. Di tengah-tengah altar batu alami yang dikelilingi oleh danau magma cair, terbaring sebuah objek misterius. Objek itu berbentuk ov
Pendar petir ungu meletus dahsyat dari ujung telapak tangan Fang Zhe. Dalam kejapan mata, dorongan energi brutal berkecepatan tinggi menghantam dada sang jenius utama Klan Bao. DUMMM—! "GUAAGHH!" Suara remukan tulang dada terdengar begitu renyah di tengah kesunyian lembah. Tubuh jenius utama Klan Bao terlempar seperti peluru meriam, melintasi udara sejauh ratusan meter hingga menghantam tebing batu purba di ujung lembah sampai hancur berhamburan. Tanpa memberi jeda satu detik pun untuk dua murid tersisa memproses kepanikan, bayangan kilat keemasan Fang Zhe kembali melesat cepat. "Langkah seribu petir..." gumam Fang Zhe.. BZZZZZZT! "Satu..." desis Fang Zhe yang mendadak sudah berdiri di samping murid pengendali angin. "T-Tunggu—!" DUAAAGH! Sebuah tendangan memutar yang dialiri petir ungu menghantam rusuk murid tersebut dengan sangat presisi. Pelindung Qi di tubuhnya pecah seketika bagaikan kaca rentan, melempar tubuhnya berputar-putar di udara sebelum akhirnya menghantam tana
"Bocah gila! Kalau begitu, mati saja kau bersama kesombonganmu!" raung jenius utama Klan Bao, amarahnya menembus puncak batas. BUMMM! Aura batu emas di tubuhnya mendadak berganti menjadi kobaran energi berunsur api yang membara dahsyat. Sebagai murid jenius paling menonjol di klannya, ia memadukan kekuatan pertahanan fisik Klan Bao dengan tebasan api penghancur. Sepasang sarung tangan baja berukir naga api membungkus kedua tangannya, memancarkan gelombang panas mencekik yang meluluhkan bebatuan di sekitarnya. "Serang bersama! Hancurkan dia!" pimpinannya memberi komando seraya melesat paling depan. Dua murid Klan Bao lainnya tidak tinggal diam. Mereka bergerak serentak mengepung dari sisi kiri dan kanan, mengalirkan seluruh simpanan Qi di Dantian mereka. "Pedang Api! Penusuk Jiwa?!" "Bilah Angin Pemotong Jiwa!" jerit murid di sebelah kiri seraya mengibaskan tangannya. Ratusan bilah angin tajam berwarna hijau pekat melesat berputar bagaikan badai gergaji, memotong pepohonan
Mendengar gertakan politik dan ancaman nama besar klan tersebut, sudut bibir Fang Zhe justru terangkat tipis. Sama sekali tidak ada raut pudar ataupun keraguan di wajahnya, hanya tatapan dingin yang kian menusuk. Melihat reaksi tenang Fang Zhe yang seolah tak terpengaruh, jenius utama Klan Bao menggerakkan tangannya, mencoba mengubah taktik. Senyum licik kembali mengembang di wajahnya seraya ia melangkah maju setengah tapak. "Lagipula, Fang Zhe, berpikirlah secara rasional," lanjutnya dengan nada yang sengaja dilembutkan, seolah-olah sedang memberikan petunjuk berharga. "Urus saja belasan kultivator konyol dari dua kubu yang sedang mengejar klonmu di luar sana! Bukankah poin gabungan dari mereka jauh lebih menggiurkan untuk memperkokoh posisimu di peringkat atas? Apalagi beberapa dari pimpinan mereka sudah berada di ranah peringkat dua puluh besar!" Ia melirik ke arah gua purba di belakangnya, lalu kembali menatap Fang Zhe dengan tatapan penuh intrik. "Kita bisa saling berbagi di
"Jangan panik!" teriak pemuda berkulit gelap itu memecah kebingungan pasukannya. Matanya bergantian menatap empat bayangan kilat yang melesat membelah rimbunnya pepohonan purba. Meskipun terkejut dengan kesempurnaan teknik klon milik Fang Zhe, kepalanya bergerak cepat menyusun siasat. Ia tahu bahwa mempertahankan klon dengan aura yang identik seperti ini pasti menguras Qi dalam jumlah masif. "Kau dan kelompokmu!" perintah praktisi berkulit gelap itu seraya menunjuk ke arah pimpinan dari kubu pengeroyok kedua. "Sergap klon yang melesat ke arah kiri! Biar aku dan sisanya yang mengurus tiga klon di sebelah kanan!" "Baik!" Seketika itu juga, kelompok gabungan itu memecah formasi mereka menjadi dua bagian. Empat praktisi tingkat Petarung Langit bintang tiga dan empat bergerak kilat mengejar klon Fang Zhe di sebelah kiri, sementara belasan sisanya yang dipimpin oleh pemuda berkulit gelap melesat agresif mengepung tiga bayangan Fang Zhe di bagian kanan. "Di mana pun tubuh aslimu berse
DUARRRRRRR! Tebasan Pedang Petir milik klon pertama membelah bagian tengah tubuh naga api darah dengan deru gemuruh yang merobek angkasa. Di saat yang sama, Pedang Es milik klon kedua menebas telak bagian ekor naga tersebut, menyebarkan efek pembekuan seketika yang mematikan kobaran api. Kedua serangan klon yang berkapasitas kekuatan ranah Petarung Langit Bintang Tiga itu menghantam titik-titik krusial naga api dengan presisi mematikan. Jalur sirkulasi Intisari Qi darah yang menyokong wujud naga tersebut terputus secara paksa! "HANCUR!" teriak tubuh utama Fang Zhe. Dengan dorongan Intisari Qi gabungan Es dan Petir dari Dantiannya, Fang Zhe mengayunkan pedangnya ke atas, memutus dorongan moncong naga yang sedari tadi menahannya. BLAGGGG?! CRAAASH! Naga api berkepala tiga milik Long She tak mampu menahan tekanan dahsyat dari tiga arah sekaligus. Wujud raksasa itu retak, membeku, lalu meledak menjadi miliaran pecahan kristal api yang padam sebelum menyentuh tanah. "UHG—?!" Pengha
Erina masih memperhatikannya beberapa detik lebih lama.Tatapannya tajam. Seolah mencoba membaca sesuatu di balik wajah tenang Fang Zhe. Lalu ia meletakkan cangkir tehnya secara perlahan.“Hari ini ada pertemuan penting.”Nada suaranya kembali profesional.“Pertemuan perdagangan bahan obat dengan k
KLIIIIK!Suara notifikasi itu seperti petir yang menyambar jantung Fang Zhe.Ia membeku. Lalu perlahan menunduk menatap panel sistem.*Status Host: Fang ZhePekerjaan: Pengawal Pribadi CEOPoin Sistem: 0Kharisma: Tingkat 1 — Aura Ketampanan Tuan Muda Kota Shange.*“Apa?”Wajahnya seketika kaku.
Hening beberapa detik memenuhi kabin mobil yang bergerak halus itu. Fang Zhe juga tidak langsung menjawab.Di luar jendela, gedung-gedung kota Shange mulai menjulang tinggi. Dunia yang beberapa jam lalu terasa begitu kejam, kini seperti membuka celah kecil untuknya.“Kalau aku menolak?” tanyanya te
DIIIIIING!Panel transparan berwarna biru muda muncul di hadapan Fang Zhe, hanya bisa dilihat olehnya. Di bawahnya, dua pilihan menyala terang.1. Bela Diri Dasar (Basic Combat Mastery).Meningkatkan refleks, kekuatan pukulan, teknik dasar pertarungan tangan kosong. Cocok untuk konfrontasi langsung







