"Fa-Fang Zhe ini... Dia bukan manusia biasa..." gumam lagi Erina, suaranya nyaris tak terdengar. Ketakutan yang tadi ia rasakan terhadap para penjaga kini bermutasi menjadi ketakutan yang berbeda, ketakutan akan kekuatan dahsyat yang baru saja diperlihatkan pemuda di depannya.Bahkan kini hawa dingin yang memancar dari tubuh Fang Zhe semakin pekat, seolah menyerap sisa-sisa kehangatan malam. Qi miliknya kini tidak lagi transparan, samar-samar, distorsi udara di sekitarnya tampak berkilau kebiruan, dingin dan terasa mematikan. Matanya, yang biasanya datar dan acuh tak acuh, kini memancarkan aura membunuh yang begitu pekat hingga sang pemimpin penjaga merasa seolah-olah lehernya sedang dicekik oleh tangan tak kasat mata.Pemimpin dengan bekas luka di alis itu, yang tadinya begitu congkak dan penuh nafsu, kini tampak kerdil. Kegarangannya runtuh total, digantikan oleh kepanikan primal. Kakinya gemetar hebat, lidahnya kelu, dan tongkat listrik di tangannya terasa seberat gada besi."Ka
Read more