Setelah menenangkan diri, mereka kembali berbincang santai membicarakan keseharian masing-masing. Di atas ranjang rumah sakit, Sarah masih fokus merajut dengan gerakan tangan yang telaten. Beberapa saat kemudian, Sarah meminta Indra untuk mengambil semua syal yang tergeletak di atas sofa dan dua buah paper bag dari dalam laci nakas. Dengan sabar, Sarah memasukkan semua syal berwarna biru ke dalam satu paper bag, sedangkan syal berwarna merah ditempatkannya ke dalam paper bag yang lain. Sarah menyerahkan kedua paper bag itu ke hadapan Indra. "Berikan ini untuk keluarga Bu Saifanny, dan yang ini untuk Bu Nabilla," kata Sarah lembut, menatap putranya dengan penuh kasih sayang. "Maaf, punyamu belum selesai, Nak. Nanti Mama kirim ke kontrakan ya." Indra seketika melirik ke arah lain. Sorot matanya bergerak gelisah, seolah sedang menyembunyikan sesuatu dari sang ibu. "Ma... aku lupa bilang, kalau aku sudah tidak memperpanjang sewa kontrakan," ucap Indra ragu, suaranya terdeng
Read More