Zain pulang dengan perasaan campur aduk. Di ruang tengah, ia melihat Saifanny sedang bermain bersama Syahdan di atas karpet depan televisi. Ia menghampiri mereka sambil meletakkan bungkusan makanan di meja. "Sai, ini," ucapnya singkat.Saat itulah pandangan Zain tertuju pada tiga paperbag besar yang tergeletak di dekat sofa. Ia mengenali logo butik itu—butik yang sama dengan yang ia kunjungi bersama Ranaya. Seketika, amarahnya memuncak. Zain berusaha menahan diri di depan anaknya, lalu menyuruh Syahdan pergi ke kamarnya."Syahdan, Papa minta kamu main di kamar dulu ya, Sayang. Papa mau bicara sama Mama sebentar," ucap Zain sambil menyentuh bahu putranya, memintanya pergi.Saifanny yang menyadari perubahan raut wajah Zain merasa heran. Pandangan Zain kini beralih tajam kepadanya. "Sai, itu dari siapa?" tanya Zain sambil menunjuk ke arah paperbag tersebut.Saifanny menjawab dengan dusta yang tenang, "Itu belanjaanku kemarin. Kamu ingat, kan, aku kemarin belanja?"Namun, pandangan Zain b
Last Updated : 2026-03-06 Read more