LOGIN"Suamiku berselingkuh, apa yang harus kulakukan? " Gumamku pada diriku sendiri. Aku sudah tahu hal ini akan terjadi, jadi aku tidak panik. Cepat atau lambat dia memang akan berselingkuh, untungnya aku sudah mempersiapkan skenario tentang apa yang harus kulakukan saat menghadapi situasi ini.
View MoreMatahari mulai condong ke arah barat saat Indra melangkah keluar dari jalur hutan yang rimbun.Langkah kakinya, meski baru saja menaklukkan kemiringan gunung yang terjal, terasa ringan namun penuh dengan muatan emosi yang tertahan.Di belakangnya, Ranaya mengikutinya dengan ritme yang sama ringannya, seolah pendakian tadi hanyalah jalan-jalan sore di taman kota, meski peluh masih membasahi keningnya."Indra, kamu sepertinya dekat banget ya dengan Pak Adrian," ucap Ranaya memecah keheningan, suaranya terdengar ringan namun mengandung nada menyelidik. "Tadinya aku sempat miki kalian punya hubungan khusus, selain dianggap sebagai adik olehnya."Indra hanya melirik sekilas melalui sudut matanya. Ia tetap fokus pada jalan di depan, tak membiarkan emosinya terbaca."Kenapa kamu mikir aku memiliki hubungan khusus dengannya?" sahut Indra dengan nada acuh tak acuh.Ranaya terkekeh pelan, seolah sedang membagikan rahasia besar."Itu karena Pak Adrian udah lama gak keliatan punya pacar. Orang-or
Matahari mulai merangkak menuju titik tertingginya, memancarkan panas yang mulai menyengat di balik rimbunnya pepohonan.Indra melangkah dengan gusar menembus hutan lebat yang berbatasan langsung dengan Villa Adrian.Udara pegunungan yang kaya akan oksigen menyusup ke paru-parunya, namun kesegaran itu gagal membasuh rasa perih di hatinya.Bayang-bayang penolakan Saifanny masih menghantuinya, berdenyut seperti luka basah yang menolak mengering.Di belakangnya, Ranaya berusaha keras mengimbangi langkah lebar pria itu. Dengan gerakan manja yang biasa ia gunakan untuk menaklukkan para pria, Ranaya mencoba menggandeng lengan Indra.Namun, dengan gerakan kasar dan penuh kejengkelan, Indra menepis tangan itu hingga Ranaya nyaris terhuyung."Jalan sendiri! Jangan terus-terusan bergelayut, badanmu itu berat," desis Indra ketus tanpa menoleh sedikit pun.Ranaya mengerucutkan bibirnya, memendam rasa kesal. Ia terpaksa mengambil langkah-langkah besar untuk mengejar Indra yang berjalan sangat cepa
Matahari baru saja menyentuh puncak-puncak pinus ketika Ranaya tiba di sebuah villa mewah di daerah pegunungan yang asri.Perjalanan dua jam dari hiruk-pikuk kota yang melelahkan membuat badannya terasa pegal dan kaku karena terlalu lama duduk di dalam mobil.Begitu kakinya menyentuh tanah, ia langsung merentangkan tangan sembari menggeliat manja, memamerkan lekuk tubuhnya di hadapan pria yang membawanya kemari.Om Arif segera memanggil penjaga villa untuk menurunkan barang-barang bawaan mereka. Bangunan itu berdiri megah dengan dua lantai, mengusung gaya tradisional yang didominasi oleh unsur kayu hangat dan kaca-kaca besar di setiap sisinya.Atapnya yang lebar menaungi teras luas yang menghadap langsung ke kolam renang di bagian belakang."Gimana? Kamu suka?" tanya Om Arif sembari mengaitkan tangannya di bahu Ranaya secara posesif."Suka sekali, Om. Rasanya benar-benar menyatu dengan alam," jawab Ranaya dengan senyum yang dipaksakan.Matanya mulai mengamati sekeliling dengan cermat.
Dua jam perjalanan menuju Villa Adrian yang megah terasa berlalu sekejap mata bagi Indra. Fokusnya tidak tertuju pada jalanan yang berkelok, melainkan pada buket mawar merah mewah yang tergeletak di kursi penumpang di sampingnya.Wangi bunga itu memenuhi kabin mobil, seolah memberikan keberanian tambahan bagi hatinya yang sedang berbunga.Begitu sampai, Indra turun dengan langkah ringan. Ia menyampirkan tas hitam berisi "harta rampasan" dari rumah Zain di satu bahu, sementara tangan lainnya mendekap buket mawar itu dengan protektif.Pandangannya langsung terangkat tajam ke arah balkon lantai dua. Di sana, ia melihat pemandangan yang seketika membuat dadanya terasa sesak: Saifanny dan Adrian tengah mengobrol akrab sembari menggenggam cangkir di tangan masing-masing.Indra menarik napas panjang, mencoba mengembuskan rasa cemburu yang mulai merayap.Ia mengabaikan kehadiran Adrian yang berdiri begitu dekat dengan Saifanny. Dengan suara yang sengaja diceriakan, ia berteriak."Kak Fanny...












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews