Siang itu, di kediamannya, Saifanny membuka satu per satu kotak besar tersebut dengan kekuatannya yang terbatas.Rasa lelah akibat ketegangan hari kemarin masih tersisa, namun rasa penasarannya jauh lebih besar.Begitu semua penutup terbuka, ia hanya bisa mengembuskan napas panjang. Seluruh isi di dalam kotak-kotak itu adalah barang-barang elektronik premium berupa air purifier, lampu tidur, smart TV, air fryer, dan setrika uap.Saifanny menggelengkan kepalanya pelan, seulas senyuman dingin terukir di bibirnya. "Wah, Marcus... Sepertinya kamu ingin memata-matai hidupku sampai ke semua sudut rumah ini ya," gumam Saifanny lirih. Matanya meneliti deretan alat elektronik yang sangat fungsional untuk ditaruh di berbagai sudut ruangan privasinya.Saifanny merogoh saku, mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi nomor Bima. Alisnya langsung bertaut rapat ketika panggilan itu tidak mendapat respons sama sekali, bahkan setelah ia mencobanya beberapa kali lagi.Tringgg... Tringgg...Sedetik kemud
続きを読む