Malam kian larut, namun kantuk enggan menyapa Zain. Ia berbaring telentang, menatap langit-langit kamar yang gelap, sementara pikirannya berkecamuk seperti badai.Dunianya yang selama ini ia kendalikan dengan kebohongan kini terasa runtuh di atas kepalanya.Saifanny, istri sahnya, tengah mengandung, dan sekarang Ranaya, kekasih gelapnya, juga mengaku membawa benihnya. Zain terduduk di tepi ranjang, menarik napas berat yang terasa sesak. Ia melirik Saifanny yang tidur memunggunginya, tampak begitu tenang dan tak berdosa.Rasa pening menghantam kepalanya; ia merasa terjepit di antara dua tanggung jawab yang mustahil disatukan.Dengan langkah gontai dan pikiran yang buncah, ia beranjak keluar, menuju kamar tamu di bagian belakang rumah.Tanpa Zain sadari, Saifanny tidaklah terlelap. Begitu ia merasakan pergerakan di sisi kasurnya menghilang, ia membuka mata.Dalam kegelapan, cahaya redup dari layar ponselnya menerangi wajahnya yang dingin. Ia membuka aplikasi pemantau CCTV; di sana terl
Last Updated : 2026-04-30 Read more