Udara di dalam ruang sidang Pengadilan Agama hari itu terasa sangat menyesakkan, seolah-olah oksigen enggan berbagi ruang dengan ketegangan yang kian memuncak.Di kursi penggugat, Saifanny duduk dengan posisi punggung yang sedikit melengkung, dengan apik memberikan kesan bahu yang rapuh, ringkih, dan terbebani oleh nestapa bertahun-tahun.Ia sengaja memilih riasan yang tipis, membiarkan wajahnya tampak pucat pasi.Matanya yang sengaja ia buat sembap seolah-olah baru saja melewati malam panjang penuh air mata, memberikan citra sempurna seorang istri yang telah mencapai batas akhir kesabarannya.Di seberangnya, Zain duduk dengan kegelisahan yang nyata. Pria itu tampak berantakan; jas yang ia kenakan terlihat longgar karena berat badannya yang turun drastis, dan matanya terus mencuri pandang ke arah Saifanny, berharap menemukan setitik pengampunan di sana.Namun, Saifanny tetap setia pada aktingnya. Ia menunduk dalam, sesekali menyeka sudut matanya dengan tisu dengan gerakan pelan, membi
Last Updated : 2026-05-10 Read more