Indra mengembuskan napas panjang, sebuah embusan yang sarat akan kepasrahan dan sisa-sisa amarah yang bergejolak.Jawaban Saifanny tadi tidak sedikit pun memberikan ketenangan di hatinya. Ia tahu, wanita di hadapannya ini sedang membangun dinding kebohongan yang rapi.Memang benar, ibunya adalah satu-satunya kunci untuk membuka gembok masa lalunya, namun Indra tidak buta.Ia bisa merasakan ada informasi krusial yang sengaja disembunyikan Saifanny di balik tatapan matanya yang teduh namun penuh rahasia.Saifanny berbalik, bermaksud mengisi kembali gelas air yang sudah kosong di atas nakas.Namun, pada detik itulah, mata Indra tertuju pada leher jenjang wanita itu. Di balik gerakan kain yang bergeser, Indra melihatnya—sebuah bekas kemerahan yang pekat, sebuah tanda yang tak terbantahkan.Indra mengedipkan matanya cepat, seolah sedang mencoba menghapus pemandangan itu dari kornea matanya.Sebuah senyum miris, hampir menyerupai seringai pahit, tersungging di bibirnya. Saat itu juga, sebua
Last Updated : 2026-04-23 Read more