Segalanya terasa bagai secercah kabut. Sedetik sebelumnya, aku tersedak darah, rasa sakit merobek perutku bagai cakar-cakar yang mengoyak. Detik berikutnya, suara Logan membelengguku, terguncang dan hancur."Tetaplah bersamaku, Freya… kumohon."Aku bisa merasakan lengannya melingkari tubuhku, kuat namun gemetar. Biasanya tangan itu begitu tegap dan tak tergoyahkan, kini getaran halus menjalar dari telapak tangannya ke punggungku. Pandanganku berenang—wajah-wajah kabur, bayangan-bayangan yang berlarian, silau lampu dari atas kepalaku—dan samar-samar kudengar suara Samantha yang panik, derap kaki berserakan, Theodore meneriakkan sesuatu yang tak bisa kutangkap jelas. Kekacauan memenuhi ruangan, namun tubuhku terasa begitu berat untuk sekadar bergerak.Lalu—"Minggirlah, Alpha. Biarkan aku merawatnya."Suara tabib itu tenang namun terburu-buru, mengandung wewenang yang tak bisa dibantah bahkan oleh seorang Alpha. Aku mengerjap perlahan menat
Last Updated : 2026-02-22 Read more