Freya menyibukkan diri selama beberapa hari setelah kejadian itu. Dari luar, ia tampak seperti karyawan biasa yang menjalani rutinitas, tetapi di dalam hatinya, seluruh sarafnya terus waspada. Ia tidak bisa melupakan para pria yang sempat terlihat pada hari kebakaran—bayangan mereka melekat erat di memorinya. Meskipun ia belum bisa membuktikannya, nalurinya berteriak bahwa mereka ada hubungannya dengan api yang nyaris merenggut nyawa Daniel.Maka ia bekerja sambil mengamati. Mengurus dokumen, menyusun jadwal, membalas email—semua itu dilakukan sambil matanya mengawasi setiap sudut gedung, menghafal wajah-wajah, mendengarkan percakapan yang lewat.Suatu sore, ketika sedang asyik mengetik di komputer, ia mendengar suara langkah kaki berat di lorong. Ia mendongak. Daniel berjalan melewati mejanya, ditemani dua pria berjas gelap. Dari sudutnya, ia tidak bisa melihat wajah mereka dengan jelas, tetapi aura mereka begitu mendominasi. Mereka berbicara dengan suara rendah,
Last Updated : 2026-03-09 Read more