Bab 36: Serangan PertamaFajar datang tanpa kehangatan. Langit yang biasanya membawa harapan kini terasa dingin, pucat, dan penuh ketegangan. Kota perlahan terbangun, namun ada sesuatu yang berbeda di udara sesuatu yang tak kasat mata, tapi cukup kuat untuk dirasakan oleh mereka yang berada di tengah pusarannya.Di lantai tertinggi gedung A-Legacy Group, Alessia berdiri di depan jendela, memandang garis cakrawala yang mulai terang. Matanya tajam. Tidak ada lagi keraguan. Tidak ada lagi konflik batin seperti malam sebelumnya. Yang tersisa hanya satu hal, yaitu keputusan.Di belakangnya, Rico berdiri bersama beberapa anggota tim inti. Layar besar di dinding menampilkan berbagai data: peta jaringan bisnis, alur distribusi, laporan keuangan, hingga titik-titik koneksi yang mengarah pada satu nama Dania.“Ibu, semua data yang kita kumpulkan sudah terverifikasi,” ujar Rico. “Perusahaan-perusahaan cangkang milik Dania tersebar di beberapa sektor—properti, logistik, bahkan teknologi.”Alessia
Mehr lesen