Setelah perintah operasional dikeluarkan, ruangan itu mendadak sepi. Raka telah pergi untuk mengoordinasi tim peretas dan unit lapangan, meninggalkan Alessia sendirian di tengah kemegahan yang terasa semakin dingin. Bukannya segera bersiap, Alessia justru terduduk lemas di kursi kebesarannya. Matanya terpaku pada amplop putih dari Adrian yang kini tampak seperti bom waktu di atas meja mahoni nya. Pikirannya berkecamuk. Logika korporatnya meneriakkan waspada, mengatakan bahwa ini mungkin jebakan terakhir yang dirancang untuk menghancurkannya secara emosional. Namun, bagian dari dirinya yang masih bernama "gadis kecil di perpustakaan" berbisik bahwa Adrian tidak berbohong. Kode katalog itu—angka-angka yang hanya diketahui oleh mereka berdua—adalah benang merah yang menghubungkan sisa-sisa kemanusiaan mereka. Alessia menumpukan wajah di kedua telapak tangannya. Ia merasa lelah. Perang ini telah merenggut segalanya: cintanya, kepercayaannya, dan kini ia merasa hampir kehi
Mehr lesen