Kopi di cangkir Adrian sudah mendingin, menyisakan ampas pahit yang sedari tadi hanya ia pandangi tanpa minat. Di luar sana, Jakarta sedang sibuk-sibuknya memamerkan kemacetan pagi, namun di dalam unit apartemennya yang pengap, waktu seolah berhenti berputar. Sejak penemuan tentang keterlibatan ayahnya dalam fondasi A-Legacy, Adrian merasa seperti berjalan di atas hamparan pecahan kaca. Setiap langkah terasa perih, dan setiap napas terasa seperti pengkhianatan baru.Namun, hidup Alessia tidak berhenti hanya karena dunia Adrian runtuh.Melalui lensa kamera pengintai jarak jauh yang ia tanam di gedung seberang kantor A-Legacy, Adrian kembali melihat pemandangan yang membuat lambungnya bergejolak. Di ruang rapat berdingin kaca itu, Alessia duduk bersandar, sementara Raka berdiri di sampingnya, menunjuk sesuatu di atas draf kontrak dengan jarak yang sangat intim. Mereka terlihat seperti pasangan emas dunia bisnis—serasi, efisien, dan saling melengkapi.Adrian mengepalkan tangannya
Mehr lesen