Bab 21: Undangan BerdarahGemuruh suara keyboard di ruangan CEO A-Legacy Group hanya menambah kontras pada ketenangan yang dingin di wajah Alessia. Hari-harinya sibuk dengan laporan, strategi akuisisi, dan telepon konferensi, tetapi pikirannya kini tertuju pada satu acara: Gala Amal Tahunan. Undangan emas di tangannya terasa bagaikan lembaran darah, bukan karena warna, tetapi karena janji kehancuran yang dibawanya. Rico berdiri tegak, menjemput arahan terakhir dari Alessia yang kini mengusap logo mawar hitam di kartunama miliknya."Bu Alessia, donasi atas nama A-Legacy Group sebesar satu miliar rupiah telah kami transfer ke Yayasan Sentosa Bahagia," Rico melaporkan dengan suaranya yang tenang, penuh hormat. "Panitia sangat terkejut dan antusias. Mereka berjanji nama Ibu akan ditempatkan di posisi paling teratas sebagai donatur kehormatan."Alessia mengangguk tipis, pandangannya tidak beranjak dari undangan yang elegan itu. "Bagus. Aku ingin namanya tercetak besar, Rico. Lebih besar da
Read more