Bab 23: Sang Mawar Hitam MunculSebuah gelombang kejutan menyapu ballroom megah itu saat nama Alessia Surya menggaung dari pengeras suara. Bisik-bisik, yang awalnya pelan, kini meledak menjadi riuh rendah. Semua mata, tanpa terkecuali, terbelalak lebar menatap ke arah pintu masuk utama. Paparazzi berkerumun, menembakkan lampu kilat tanpa henti.Adrian Pratama, yang duduk di meja VVIP, terkesiap. Garpu peraknya jatuh dari tangannya, menghasilkan denting kecil yang seolah pecah di telinganya yang kini mendengung. Wajahnya memucat pasi, darah serasa surut dari setiap urat nadinya.Dania Surya, di sampingnya, tiba-tiba tercekat. Jeda panjang sebelum akhirnya dia tertawa, tawa hambar yang tidak mencapai matanya. "Alessia? Omong kosong apa ini, Adrian? Si pembawa acara pasti salah. Mana mungkin dia!" Dia mencengkeram lengan Adrian dengan panik. "Ini tidak mungkin!"Adrian hanya mematung, pandangannya terpaku pada pintu masuk. Di sanalah, berdiri seorang wanita. Tinggi, anggun, dengan aura y
Read more