LOGIN*Sinopsis:* Alessia, seorang wanita bahagia dengan suami dan keluarga, hancur ketika tahu adiknya, Dania, berselingkuh dengan suaminya, Adrian. Setelah koma berbulan-bulan, Alessia bangun dengan tekad balas dendam. Dengan identitas baru, dia mulai menghancurkan Adrian dan Dania. Tapi, bisakah dia melupakan rasa sakit, atau malah jatuh cinta lagi? yuk lanjut baca ..🥰
View MoreBab 22: Undangan Berdarah part 2 "Astaga, Adrian! Jadi Mami nggak boleh mendekati si 'The Black Rose' ini?" Bu Widya bertanya. Matanya tajam, seolah menguji putranya. Ia jelas sudah melihat kemungkinan lain di kepala Adrian, apalagi ia pernah mengamati gerak gerik Dania."Boleh saja, Mami," Adrian menelan ludah. "Tentu saja boleh. Siapa tahu Mami bisa dapatkan hati dari ‘The Black Rose’ ini.""Bagus kalau begitu! Mami akan dandan yang paling cantik. Siapa tahu bisa mendapatkan menantu yang jauh lebih baik dan kaya, ketimbang..." Bu Widya melirik Dania dengan pandangan jijik. "Mami akan berusaha semaksimal mungkin."Dania hanya mendengus kesal, amarahnya meluap-luap. Ia merasa diremehkan. Bukan hanya Adrian yang menuduhnya manipulatif, tetapi kini ibu mertuanya sendiri berani merencanakan ini di depannya. Ia merasakan panas di hatinya, dan kepanikan semakin memuncak. Firasatnya mengatakan bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi di gala nanti. Apalagi mawar hitam itu, sangat menakut
Bab 21: Undangan BerdarahGemuruh suara keyboard di ruangan CEO A-Legacy Group hanya menambah kontras pada ketenangan yang dingin di wajah Alessia. Hari-harinya sibuk dengan laporan, strategi akuisisi, dan telepon konferensi, tetapi pikirannya kini tertuju pada satu acara: Gala Amal Tahunan. Undangan emas di tangannya terasa bagaikan lembaran darah, bukan karena warna, tetapi karena janji kehancuran yang dibawanya. Rico berdiri tegak, menjemput arahan terakhir dari Alessia yang kini mengusap logo mawar hitam di kartunama miliknya."Bu Alessia, donasi atas nama A-Legacy Group sebesar satu miliar rupiah telah kami transfer ke Yayasan Sentosa Bahagia," Rico melaporkan dengan suaranya yang tenang, penuh hormat. "Panitia sangat terkejut dan antusias. Mereka berjanji nama Ibu akan ditempatkan di posisi paling teratas sebagai donatur kehormatan."Alessia mengangguk tipis, pandangannya tidak beranjak dari undangan yang elegan itu. "Bagus. Aku ingin namanya tercetak besar, Rico. Lebih besar da
Bab 20: Metamorfosis SempurnaTiga tahun telah berlalu. Dunia di luar jendela kantor CEO A-Legacy Group itu adalah simfoni gemuruh kota metropolitan, pusat kekuatan finansial yang kini takluk di bawah kakinya. Langit-langit kaca, dihiasi baja hitam metalik, mencerminkan ketajaman pandangan mata Alessia yang duduk anggun di singgasana megah kursi kerjanya. Jari-jari lentiknya, yang dulu lecet karena deterjen, kini mengelus permukaan mouse komputer dengan berlapis-lapis cat kuku gel berwarna dark burgundy sempurna. Tubuh Alessia berbalut setelan jas wanita berwarna hitam yang dijahit presisi, kain sutra mahal menari mengikuti siluet tubuhnya yang kini lebih ramping dan tegas. Rambut hitamnya digulung rapi, memperlihatkan garis rahang yang kian tajam. Sebuah jam tangan Patek Philippe melingkari pergelangan tangan kirinya. Bukan lagi Adrian yang membeli; kini Alessia-lah yang memiliki. Aura elegan dan berkelas tak terbantahkan, namun lebih dari itu, ia memancarkan kekuatan yang dingin dan
Bab 19: Benih KeraguanKantor Adrian Pratama, yang dulunya memancarkan aura kejayaan dan kesuksesan, kini terasa muram. Tumpukan dokumen di mejanya semakin meninggi, kontrak-kontrak yang seharusnya berjalan lancar kini macet, dan ponselnya tak berhenti berdering dengan keluhan dari klien serta tuntutan dari Dania. Adrian memijat pelipisnya yang berdenyut. Kenangan acara malam itu, pujian untuk katering A-Legacy, dan rasa sesal yang menusuk tentang Alessia, masih menghantuinya. Ia merindukan ketenangan yang Alessia berikan, jauh berbeda dengan hiruk-pikuk tuntutan Dania yang tanpa henti.Adrian melirik pigura foto Dania di meja. Wajah cantik itu kini tampak seperti topeng, perlahan mulai mengoyak ketenangan batinnya. Apakah kehamilannya hanyalah manipulasi lain? Foto 'Danny' di kantong baju Dania masih teringat jelas.Tok... tok..."Masuk," ucap Adrian datar.Sekretarisnya, seorang wanita muda bernama Dina, melangkah masuk dengan hati-hati. Di tangannya, ia membawa sebuah buket bunga.
Bab 18: Pertemuan yang Tak TerelakkanRuang kerja Alessia di kantor A-Legacy Groups dipenuhi dengan denah-denah acara yang rumit dan tumpukan berkas proposal. Malam di luar jendela, kota Bandar Jaya berkilauan dengan jutaan lampu, namun Alessia, seperti biasa, masih bekerja. Ditemani Rico yang ceka
Bab 17: Senjata KreativitasPagi itu, kantor 'A-Legacy' Groups, yang dulunya hanyalah sebuah gudang katering yang terbengkalai, kini berdengung dengan aktivitas dan sentuhan modern. Kaca-kaca besar melapisi satu sisi dinding, memperlihatkan pemandangan kota Bandar Jaya yang berkembang pesat. Aroma
Bab 16: Retakan di Seberang SanaDapur minimalis Adrian dan Dania yang dulunya terasa begitu baru dan megah, kini hanya menjadi saksi bisu pertengkaran demi pertengkaran. Bukan karena kekotoran, Adrian memastikan rumah itu selalu bersih, tetapi lebih karena kekosongan yang membayangi. Di meja makan
Bab 15: Membangun Fondasi Gerimis lembut membasahi papan nama tua di atas bangunan katering itu, kini diselimuti oleh aura baru. Tiga hari yang lalu, ia berbunyi 'Cinta Rasa'. Kini, dengan cat hitam pekat yang baru dan sentuhan tulisan kaligrafi elegan, terpampang jelas 'A-LEGACY'. Angin menerpa A












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.