Jam 11 malam. Sakti sampai di Hotel Amazon. Telat sedikit, pintunya ketutup. Dia buka ponsel, scroll alamat ruangan tempat bertarung. Lantai 23...Sebelum bayar supir taksi yang tadi menghinanya, Sakti tarik topeng hitam. Cuma mata sama bibirnya yang keliatan. Jubah hitam ngegantung di bahunya. Pria tegap itu udah siap. Pulang menang, atau mati terhormat. Dada Sakti kebakar pas tau Laura ada di sini. Hadiahnya gede, iya. Tapi yang bikin dia jalan terus cuma satu: rebut perusahaannya, bawa Laura pulang."Terima kasih, Bang," ucap Sakti. "Oh ya, minta nomor teleponnya. Siapa tau berguna habis pertandingan nanti." Sakti sodorin ponsel. Minta nomor supir taksi. Nambah satu lagi selain kontak Ratih.Agak ragu, supir itu ngasih nomornya. Tangannya gemetar pas ngetik.Sakti tarik napas panjang, buang semua ragu. Dia melangkah ke lift Hotel Amazon. Nggak ada satpam nyapa. Sakti nggak peduli.Dia nggak sendirian. Di lift isinya pria-pria bertubuh besar, topeng hitam, rahang kekar. Nggak ad
Читайте больше