Sakti menyuapi Laura. Dia masak bubur putih dengan sedikit abon. Kebetulan di kulkas masih ada. Sedikit roti dan abon serta makanan beku lainnya. Sakti memang paling males keluar untuk beli makanan. Dia makan yang ada saja. Termasuk mi atau roti. Yang penting ada kopi. "Sayang, aku kerja dulu ya. Nanti aku belikan buah untuk kamu. Oh ya kalau kamu gak setuju nanti aku bilang sama Ratih. Agar aku resign saja. Kita kembali ke rumah. Berurusan dengan Simon dan Anita," ujar Sakti. Laura diam. Dia berpikir. Jangan sampai dia gegabah dengan balik ke rumahnya. Cerita Laura mirip dengan Sakti. Sengaja disingkirkan. Apa mungkin Laura akan kembali saat Simon berkuasa. Padahal wanita itu tau. Simon juga mungkin dalang kematian suaminya, David Bachtiar. Ya, rumit Semakin rumit. "Sayang, tenang aja. Kamu tetap kerja dulu sama Ratih itu. Tunggu aku sampai benar benar pulih. Lalu kita susun rencana baru," ucap Laura pasti. Sakti tersenyum. Kali ini memang Laura yang asli. Cerdas dan pintar
Read more