"Sayang, kenapa kamu masih merayu orang lain padahal di sini ada aku," ucap Cintia dengan nada tidak suka. Melihat Cintia di dekatnya, Sony mengeenyitkan dahi mendengus angat keras "Ngapain elo di sini? Gue nggak butuh lo!""Ada apa denganmu, Sayang? Aku ini calon istrimu." Sony terkekeh. Bahkan dia lupa kalau kakinya sedang sakit."Apa elu bilang? Wanita brengsek! Elu ngaku calon bini gue. Elu hanya sekretaris. Sekarang ngaku-ngaku elu adalah ibu dari anakk gue. Dasar jelek!" umpat Sony. "Apa elu bisa membuktikan kalau anak yang elu kandung adalah anak gue. Bisa jadi elu main dengan pria lain." "Sayang, bisa-bisanya elu seperti ini. Padahal sejak kamu sakit, aku yang menunggu di sini," ucap Cintia mulai terisak. "Siapa suruh elu nunggu di sini. Gue sudah gak butuh elu lagi!" Melihat kejadian ini Laura hanya tersenyum. Dia berjalan sampai di bibir ranjang. "Kasihan sekali hidupmu, Gadis Muda. Mungkin kamu tidak cocok masuk dalam keluarga ini," hina Laura. "Aku tidak akan dia
Read more