"Tukang merajuk rawan disambar petir yah, Mom," ujar Dominic setelah daddy-nya pergi. Aeza menganggukkan kepala pelan laku tertawa kecil. "Tapi kamu dan Daddy sama saja, sama-sama suka merajuk," ucap Aeza sambil senyum tipis. "Tapi Seven masih kecil. Daddy?" Dominic membela diri, tak mau lebih buruk dan salah di hadapan sang mommy. Aeza lagi-lagi tertawa kecil, menangkup pipi putranya lalu mencium pipi Dominic secara gemas. Hal tersebut membuat Dominic merasa senang, senyum sangat lebar. *** Tadi malam, Alaric merajuk dan pagi ini pria itu masih merajuk–tidak mau bicara pada siapapun. "Tunggu bentar, Mommy ambilkan bekal kamu," ucap Aeza, saat putra dan suaminya akan berangkat bersama. Sekalipun Alaric merajuk, akan tetapi Alaric tetap menunggu Dominic. Yah, daripada Aeza yang mengantar Dominic. Enak saja! "Baik, Mommy Sayang," ucap Dominic manis dan lembut, senyum lebar pada sang mommy. Bug' Namun, tiba-tiba saja kepalanya di dorong dari belakang. Dominic langsung m
Last Updated : 2026-04-30 Read more