"Aeza ada halaman belakang, Tuan," jawab Siena dengan nada pelan, sedikit merintih untuk menunjukkan kondisi pipinya yang terluka karena ditampar oleh Aeza. Alaric tak menanggapi ucapan Siena. Dia menatap ayah mertuanya, melayangkan tatapan penuh isyarat. "Aku akan menemui istriku lebih dulu, tunggulah di sini, Papa," ucapnya, segera beranjak dari sana dengan langkah cepat. Elbert menghela napas panjang, membiarkan Alaric pergi dan kembali duduk di tempat semula. Di sisi lain, Siena mengepalkan tangan–menahan kesal pada Alaric yang tak menanggapinya sama sekali. "Papa, nanti setelah Tuan Alaric datang, aku ingin Papa terus terang padanya kalau Papa mau Tuan Alaric dan Aeza bercerai," ucap Siena dengan nada kesal dan memaksa, akan tetapi menyadari nada bicaranya yang melunjak, dia langsung mengubah intonasi dan buru-buru menunjukan ekspresi sedih pada Elbert, "bagaimana pun seharusnya akulah yang menikah dengan Tuan Alaric, Papa. Tetapi karena Aeza mengganti posisiku, dialah ya
Last Updated : 2026-04-25 Read more