"Yang kau sebut Kakek nenek itu orang tuaku. Jadi sama saja!" ketus Luke. "Hahaha … Ayah lucu yah," respon Anaya, lagi-lagi tertawa hambar dan getir. "Udahal, aku cape. Kalau memang Ayah tidak mau bantu aku, tidak masalah. Toh, aku sudah biasa menyelesaikan masalahku sendirian. Aku kan …-" Anaya mengedikkan pundak, berkata dengan parau dan lagi-lagi dengan air mata yang berjatuhan. Anaya tak melanjutkan perkataannya, segara beranjak dari sana sambil tertawa getir. "Anaya, kalau kamu memohon dan bicara baik-baik ke Ayah, mungkin Ayah mau mempertimbangkan," seru Tifany, cukup kasihan pada putri ke-duanya tersebut. "Aku tidak sudi menolong anak sialan itu!" ucap Luke dengan nada ketus dan kesal. Anaya yang masih mendengar, seketika berhenti melangkah. Dia membalik tubuh, menatap ke arah seluruh keluarganya lalu berakhir menatap ke arah ayahnya. "Tenang saja, Pak Luke Yodian, sekalipun aku mati karena masalah ini, aku juga tidak akan mau meminta tolong padamu. Percuma soalny
最後更新 : 2026-05-07 閱讀更多