"Baik, Nak," jawab Elena, "bayi di perutnya tidak kenapa-napa, hanya saja kondisinya lemah." "Beby di sini yah?" tanya Alisha tiba-tiba, mendapat anggukan dari Aeza. "Kok aku nggak tahu yah? Kapan dia di sini, Ibu?" "Beby sudah dua minggu di sini," jawab Elena, "Ibu kira kamu tahu. Kan minggu kemarin kamu datang ke rumah dan Beby muncul loh." "Sepertinya aku tidak sadar, Ibu." Alisha menggaruk pipi sambil cengengesan pada ibunya, "trus Beby kenapa, Ibu?" "Jatuh," jawab Elena seadanya, "gih, jenguk Kakak angkatmu. Siapa tahu setelah dijenguk kamu, si Beby jadi lebih semangat." "Enggak ah, malas berurusan sama orang si paling sok," jawab Alisha, memutar bola mata secara jengah laku menampilkan ekspresi muram. "Kasihan tahu. Saat dia jatuh, suaminya sama sekali nggak nolongin. Dia nolong Beby setelah dibentak sama Mas Alaric. Pantas, yah, selama ini Beby caper banget dan hauuus perhatian. Soalnya suaminya kayak begitu," ucap Aeza, tanpa sadar mulai menggosip. "Eih, siapa tahu suam
Last Updated : 2026-05-05 Read more