"Seven, kamu tak berniat mengkhianatiku dan Mas Lucas kan?" Aeza menatap cemas pada Seven, menepis pelan tangan Seven yang masih menghapit dagunya. "Aku tak akan mengkhianatimu, Eza. Aku mencintaimu," ucap Seven tiba-tiba membuat Aeza gugup dan berkeringat dingin, "dan aku akan membuatmu sadar bahwa akulah pria yang paling pantas untuk menjadi suamimu." "Se-Seven, jangan se-seperti ini." Aeza berkata gugup, suaranya terbata-bata karena jantung yang berdebar kencang, "kesepakatan kita sejak awal … kamu menghamiliku da-dan …-" "Tak akan melepasmu," potong Seven secara cepat, "sebagai pria yang sangat mencintaimu, aku tidak akan melepasmu, Eza. Aku juga akan membuatmu jatuh cinta padaku." Aeza mulai panik mendengar ucapan Seven. Dia semakin gugup dan punggungnya panas dingin. "Se-Seven, pernikahan kita hanya sementara. Tolong jangan …-" Seven memotong cepat, "katakan, apakah pria yang membiarkan wanitanya hamil anak pria lain, itu masih layak dicintai, Heh?" "Mas Lucas punya alasan
Baca selengkapnya