BAB 124 EVANKA DATANG LEBIH DULUSore itu, langit Canterbury tampak hangat berwarna keemasan. Angin musim panas berhembus lembut, membawa aroma mawar dan roti panggang dari dapur Isabel. Di dalam rumah, wanita itu sedang bersenandung kecil sambil menata meja makan. Ia tengah memasak beberapa hidangan kesukaan Liam, ayam panggang, kentang lembut, dan salad dengan saus lemon segar.“Ah, andai Liam cepat pulang,” gumamnya, tersenyum kecil sambil menaruh lilin di tengah meja.Suara deru mobil di depan rumah membuatnya menoleh. Isabel menyeka tangannya di celemek dan berjalan ke teras, mengira itu putranya. Tapi yang muncul di balik pagar bukanlah Liam.“Evanka?” suaranya terdengar kaget, nyaris tercekat.Wajahnya langsung berubah cerah begitu melihat sosok bocah kecil yang berdiri di sisi Evanka. “Oh, Evan! Cucuku sayang!”Evan berlari kecil ke arah neneknya. “Nana!” serunya gembira.Isabel menunduk, memeluk bocah itu erat-erat. “Ya Tuhan, kamu tumbuh makin besar saja, Nak. Lihat, pipimu
Terakhir Diperbarui : 2026-07-04 Baca selengkapnya