BAB 78 RILEKSKupikir benda ini sudah benar-benar mati,” Chatrine bergumam sendiri sambil menunggu layar masuk ke desktop.Baru kali ini Chatrine benar-benar membuka laptop milik Liam. Begitu masuk, ia sedikit terkejut. Tampilan desktop penuh dengan folder berserakan, dokumen kerja, tangkapan layar, draft desain, bahkan rekaman data dari kamera CCTV galeri yang tampaknya tidak pernah dihapus.“Benar-benar… seperti gudang tanpa rak,” Chatrine kembali sambil terus menatap layar yang penuh ikon acak-acakan.Chatrine mulai menelusuri, membuka satu demi satu folder. Ada file mentah sketsa kursi, ada foto perabot yang sudah diproduksi, hingga laporan penjualan lama. Sesekali Chatrine mengerutkan kening karena file dinamai dengan singkatan yang cuma Liam sendiri yang paham."Lama-lama ingin ku bongkar juga isi otakmu, Liam!" Chatrine mulai gemas.Akhirnya, setelah menggulir cukup dalam ke bagian folder arsip, matanya berhenti pada sebuah nama file... EVANA.Chatrine mengeklik, dan seketika l
Last Updated : 2026-06-09 Read more